MATA VIVO– Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, terus menanamkan nilai-nilai hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan rutin yang melibatkan seluruh peserta didik.
Salah satu kegiatan yang menjadi budaya sekolah adalah senam bersama setiap hari Jumat yang dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah secara berkala. Pada Jumat pekan ini, siswa kelas VI terlihat antusias mengikuti senam bersama sebelum melaksanakan kegiatan bersih-bersih di halaman sekolah.
Kepala SDN 3 Negara Ratu, Lestari, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar terbiasa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sejak usia dini.
“Untuk senam bersama memang dilaksanakan setiap hari Jumat. Sedangkan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah dijadwalkan setiap dua minggu sekali,” ujar Lestari.
Menurutnya, pembiasaan positif seperti olahraga dan gotong royong sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang disiplin, peduli, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, perwakilan sekolah, Sri Lestari, menjelaskan bahwa aktivitas fisik di SDN 3 Negara Ratu cukup intensif guna mendukung kebugaran dan kesehatan siswa.
Selain senam rutin setiap Jumat, sekolah juga melaksanakan program Senam Anak Indonesia Hebat sebanyak dua kali dalam seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Senam Anak Indonesia Hebat dilaksanakan dua kali seminggu sebelum siswa masuk kelas. Jadi dalam satu minggu anak-anak berolahraga sebanyak tiga kali. Sedangkan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dilakukan setiap dua minggu sekali,” jelasnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari siswa karena tidak hanya memberikan kesempatan untuk bergerak aktif, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kerja sama antarsiswa.
Melalui kombinasi kegiatan olahraga rutin dan gotong royong, SDN 3 Negara Ratu berharap mampu mencetak generasi yang sehat, disiplin, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pihak sekolah meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari terbentuknya karakter positif yang akan menjadi bekal penting bagi siswa di masa depan.***(Vivo Trialito)










