• Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
MATAVIVO.ID
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
MATAVIVO.ID
No Result
View All Result
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Lingkungan & Energi
  • Olahraga
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Politik & Pemerintahan
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi & Digital
Muhammad Alfariezie Kritik Kepasifan Kolektif dalam Puisi Baru

Muhammad Alfariezie Kritik Kepasifan Kolektif dalam Puisi Baru

Melda by Melda
December 21, 2025
in Bandar Lampung

MATA VIVO – Puisi Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi karya Muhammad Alfariezie memotret realitas sosial-politik Indonesia melalui lensa sastra kontemporer. Puisi ini menyuarakan kegelisahan tentang bangsa yang lahir dengan banyak keterbatasan, namun masyarakatnya cenderung permisif terhadap kondisi yang retak dan tidak ideal.

Dalam bait awal, penyair menggunakan metafora “ibu yang sedang sakit melahirkan republik” untuk menekankan bahwa republik ini lahir dalam kondisi penuh beban, baik dari sisi pendidikan, kepemimpinan, maupun kesadaran sosial masyarakat. Kondisi ini menjadi simbol bahwa sejak awal, republik mengalami “sakit” yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan idealnya.

“Puisi ini menyoroti bukan sekadar kebodohan atau kepemimpinan yang lemah, tetapi kepasifan kolektif masyarakat. Kita tahu kebohongan mempengaruhi, kita menyadari dampaknya, tetapi tetap memilih diam,” ujar Muhammad Alfariezie saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/12/2025).

Puisi tersebut menegaskan bahwa masalah utama bukan datang dari satu pihak atau golongan tertentu. “Kita tersandera! Bukan oleh seseorang atau golongan,” tulis Alfariezie. Kritik diarahkan pada sistem yang membiarkan kepasifan menjadi norma sosial. Masyarakat menikmati ironi dan kejanggalan negeri sambil tetap “asyik bernyanyi”, sebuah ungkapan simbolik atas kenyamanan palsu yang menggantikan tanggung jawab moral dan aksi nyata.

Lebih lanjut, puisi ini menyentil sikap masyarakat yang hanya mengamati dan berpikir tanpa bergerak. Bahkan dalam konteks doa, yang seharusnya menjadi bentuk refleksi dan harapan, masyarakat tampak enggan mengambil langkah proaktif. Kesadaran akan realitas yang menyakitkan justru tidak memicu perubahan, melainkan membiarkan keadaan tetap berjalan tanpa perbaikan.

Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi mengubah eksklusivitas sastra menjadi media kritik sosial-politik. Puisi ini mengingatkan bahwa krisis bangsa tidak selalu tercermin dari kegaduhan politik, melainkan dari keheningan yang dinikmati bersama, di mana banyak orang memahami masalah, tetapi sedikit yang berani bertindak.

Karya Alfariezie menegaskan pesan penting bagi pembaca: perubahan tidak akan terjadi hanya dengan menyadari masalah. Republik akan terus lahir, namun pertumbuhannya terhambat, selama masyarakat tetap nyaman dalam pasifitas, “asyik memandang dan berpikir” tanpa bergerak. Puisi ini menjadi refleksi kritis atas tanggung jawab kolektif dan kesadaran moral yang harus dibangkitkan demi masa depan bangsa.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Analisis PuisiKepasifan MasyarakatKritik SosialLiterasi Politikmuhammad alfarieziePuisi KontemporerRepublikSastra Indonesia

Related Posts

Pengembang dan Perbankan Bersatu, Himperra Lampung Resmi Jalin Kerja Sama dengan BRI
Bandar Lampung

Pengembang dan Perbankan Bersatu, Himperra Lampung Resmi Jalin Kerja Sama dengan BRI

June 13, 2026
Dedi Mulyadi Tegaskan Pejabat Harus Fokus Menyediakan Akses Pendidikan yang Merata
Bandar Lampung

Dedi Mulyadi Tegaskan Pejabat Harus Fokus Menyediakan Akses Pendidikan yang Merata

June 12, 2026
Dari Balik Jeruji, Hermawan Eriadi Menangisi Kepergian Satu-Satunya Orang Tua yang Tersisa
Bandar Lampung

Dari Balik Jeruji, Hermawan Eriadi Menangisi Kepergian Satu-Satunya Orang Tua yang Tersisa

June 12, 2026
Saksi Akui Masih Berpotensi Memberi Uang Terima Kasih Jika OTT Tak Terjadi
Bandar Lampung

Saksi Akui Masih Berpotensi Memberi Uang Terima Kasih Jika OTT Tak Terjadi

June 12, 2026
Hermawan Eriadi Ungkap PT LEB Pernah Bertahan di Tengah Krisis dan Ketidakpastian
Bandar Lampung

Hermawan Eriadi Ungkap PT LEB Pernah Bertahan di Tengah Krisis dan Ketidakpastian

June 12, 2026
Pengacara Terdakwa: Dana Tantiem dan Honor Sesuai Keputusan RUPS
Bandar Lampung

Pengacara Terdakwa: Dana Tantiem dan Honor Sesuai Keputusan RUPS

June 11, 2026
Next Post
Almira Nabila Fauzi Serap Aspirasi Penyandang Disabilitas Pringsewu

Almira Nabila Fauzi Serap Aspirasi Penyandang Disabilitas Pringsewu

Most Popular

Pengembang dan Perbankan Bersatu, Himperra Lampung Resmi Jalin Kerja Sama dengan BRI

Pengembang dan Perbankan Bersatu, Himperra Lampung Resmi Jalin Kerja Sama dengan BRI

June 13, 2026
Dedi Mulyadi Tegaskan Pejabat Harus Fokus Menyediakan Akses Pendidikan yang Merata

Dedi Mulyadi Tegaskan Pejabat Harus Fokus Menyediakan Akses Pendidikan yang Merata

June 12, 2026
Dari Balik Jeruji, Hermawan Eriadi Menangisi Kepergian Satu-Satunya Orang Tua yang Tersisa

Dari Balik Jeruji, Hermawan Eriadi Menangisi Kepergian Satu-Satunya Orang Tua yang Tersisa

June 12, 2026
MATAVIVO.ID

Matavivo.id adalah media online yang hadir dengan semangat pengawasan publik.

© 2025 - Matavivo.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus

© 2025 - Matavivo.id