• Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MATAVIVO.ID
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
MATAVIVO.ID
No Result
View All Result
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Lingkungan & Energi
  • Olahraga
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Politik & Pemerintahan
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi & Digital
Ratusan Warga Tulangbawang Turun ke Jalan, Desak Pemerintah Kembalikan Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!

Ratusan Warga Tulangbawang Turun ke Jalan, Desak Pemerintah Kembalikan Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!

Melda by Melda
November 19, 2025
in Tulang Bawang

MATA VIVO– Suasana panas dan penuh tuntutan terjadi di depan Kantor Pemkab Tulangbawang, Selasa (11/11/2025). Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Umbul Menggugat (Jarum) Kabupaten Tulangbawang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Massa datang dari empat kecamatan, yakni Menggala, Gedung Meneng, Gedung Aji Lama, dan Dente Teladas, dengan tuntutan tegas agar pemerintah daerah segera mengeluarkan puluhan ribu hektare lahan dari Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC) dan PT Sweet Indo Lampung Group.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Candra Hartono, menyebutkan total terdapat 266 umbul atau lahan masyarakat dengan luas sekitar 43 ribu hektare yang kini berada dalam HGU dua perusahaan tersebut. “Kami menuntut hak kami dikembalikan. Umbul-umbul ini adalah tempat tinggal dan sumber nafkah masyarakat sejak lama, bahkan sebelum Republik Indonesia merdeka, sekitar tahun 1840-an hingga 1992,” jelas Candra kepada awak media.

Candra menambahkan bahwa lahan yang kini dikuasai perusahaan dulunya digunakan warga untuk bercocok tanam, memelihara ternak, dan mencari nafkah sehari-hari. “Saat perusahaan masuk dan menjalankan bisnisnya, lahan kami dibebaskan secara sepihak, diduga paksa. Kami hanya ingin hak kami dikembalikan agar kehidupan masyarakat bisa normal kembali,” tegasnya.

Aksi ini semakin menegangkan ketika massa bergerak menuju portal pintu masuk PT SGC. Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat untuk mencegah terjadinya gesekan. Orasi yang dilakukan warga berlangsung dramatis, dengan tuntutan agar pemerintah daerah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan sengketa agraria yang telah berlangsung puluhan tahun.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi ini adalah penetapan lahan plasma sebesar 20% dari total HGU PT SGC untuk masyarakat umum di Kabupaten Tulangbawang. Masyarakat menekankan bahwa distribusi lahan plasma tersebut penting sebagai bentuk keadilan sosial, sekaligus untuk menjamin keberlanjutan kehidupan ekonomi warga lokal.

Selain itu, warga juga meminta adanya transparansi dalam proses pengelolaan HGU oleh perusahaan. Mereka menekankan bahwa selama ini masyarakat tidak dilibatkan dalam keputusan yang menyangkut lahan mereka sendiri, sehingga menimbulkan ketidakadilan dan ketegangan sosial. “Kami ingin pemerintah serius menanggapi ini, bukan hanya menyampaikan pernyataan resmi tapi tidak ada tindakan nyata,” tambah Candra.

Hingga berita ini diterbitkan, massa masih bertahan di lokasi dengan semangat tinggi, melangsungkan orasi dan membawa spanduk tuntutan mereka. Sementara pihak Pemkab Tulangbawang dan perwakilan PT SGC belum memberikan keterangan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menanggapi aksi ini.***

Source: TIM MATA VIVO
Tags: hak guna usahaJARUMkonflik agrarialahan umbulorasi publikplasma lahanPT SGCtanah rakyat.Tulang Bawangtuntutan masyarakat

Related Posts

Ratusan Warga Tulangbawang Gelar Aksi Damai di Tiga Titik, Tuntut Pengembalian Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!
Tulang Bawang

Ratusan Warga Tulangbawang Gelar Aksi Damai di Tiga Titik, Tuntut Pengembalian Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!

November 19, 2025
Next Post
Ratusan Warga Tulangbawang Gelar Aksi Damai di Tiga Titik, Tuntut Pengembalian Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!

Ratusan Warga Tulangbawang Gelar Aksi Damai di Tiga Titik, Tuntut Pengembalian Puluhan Ribu Hektare dari HGU PT SGC!

Most Popular

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
MATAVIVO.ID

Matavivo.id adalah media online yang hadir dengan semangat pengawasan publik.

© 2025 - Matavivo.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus

© 2025 - Matavivo.id