• Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MATAVIVO.ID
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
MATAVIVO.ID
No Result
View All Result
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Lingkungan & Energi
  • Olahraga
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Politik & Pemerintahan
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi & Digital
Buntut Dinasti Kebijakan: Eva Dwiana dan Eka Afriana Bertubi-Tubi Dilaporkan ke Polda, Kemendagri, hingga Kejagung

Buntut Dinasti Kebijakan: Eva Dwiana dan Eka Afriana Bertubi-Tubi Dilaporkan ke Polda, Kemendagri, hingga Kejagung

Melda by Melda
November 10, 2025
in Bandar Lampung

MATA VIVO- Kasus dugaan praktik dinasti kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung kian memanas dan menjadi perhatian publik luas. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Eka Afriana, kini menghadapi gelombang laporan dari berbagai pihak ke sejumlah lembaga penegak hukum dan kementerian. Tidak tanggung-tanggung, laporan tersebut dilayangkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Laporan itu berawal dari kebijakan yang dianggap tidak mencerminkan asas keadilan dan meritokrasi di tubuh birokrasi Pemkot Bandar Lampung. Sejumlah keputusan yang diambil, seperti penempatan jabatan strategis hingga pengelolaan anggaran di sektor pendidikan, disebut sarat kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Hal ini menimbulkan kecurigaan publik akan adanya praktik dinasti politik yang terselubung di balik kebijakan pemerintahan.

Beberapa sumber internal di lingkungan Pemkot menyebutkan, laporan ke Polda Lampung berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang serta indikasi tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum pejabat tinggi daerah. Sementara laporan ke Kejagung lebih difokuskan pada dugaan pelanggaran administratif dan kebijakan yang berpotensi merugikan keuangan daerah. Adapun laporan ke Kemendagri menyoroti aspek pelanggaran etika pemerintahan, tata kelola birokrasi, serta tindakan yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi nasional.

Publik mulai bereaksi keras terhadap situasi ini. Sejumlah aktivis dan akademisi menilai bahwa praktik dinasti kebijakan yang dituduhkan mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan kontrol internal di Pemkot Bandar Lampung. Mereka mendesak agar penegak hukum dan lembaga pengawas pemerintah bertindak tegas dan transparan dalam menelusuri kebenaran dari laporan-laporan tersebut.

Sementara itu, pengamat politik menilai bahwa kasus ini dapat mengguncang stabilitas politik di Bandar Lampung. Jika terbukti bersalah, dampaknya bukan hanya pada citra pribadi Eva Dwiana dan Eka Afriana, tetapi juga terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah secara keseluruhan. Potensi penurunan kepercayaan publik dinilai dapat berpengaruh terhadap peta politik menjelang pemilihan kepala daerah mendatang.

Pemerintah Kota Bandar Lampung hingga kini belum memberikan keterangan resmi yang detail mengenai laporan tersebut. Namun, pihak Pemkot dikabarkan sedang menyiapkan langkah klarifikasi untuk menghadapi proses hukum yang mungkin akan berjalan. Di sisi lain, masyarakat dan sejumlah lembaga sipil menuntut agar seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka, tanpa intervensi politik, dan berdasarkan prinsip keadilan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa praktik dinasti kebijakan, sekecil apa pun bentuknya, dapat merusak sendi-sendi pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dalam era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat memiliki peran penting untuk terus mengawasi dan menuntut transparansi dari pejabat publik agar kekuasaan tidak disalahgunakan demi kepentingan segelintir orang.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungDinastiKebijakanEkaAfrianaEvaDwianaKejagungKemendagriPemerintahanDaerahPoldaLampung

Related Posts

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight
Bandar Lampung

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung
Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis
Bandar Lampung

Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis

February 2, 2026
Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota
Bandar Lampung

Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota

January 31, 2026
Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger
Bandar Lampung

Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger

January 31, 2026
Pemerataan Pendidikan Dipertanyakan, SMA Siger Terima Anggaran Fantastis
Bandar Lampung

FKSS Bandar Lampung Dorong Dialog Pendidikan Gratis Tanpa Diskriminasi

January 31, 2026
Next Post
DPRD dan Disdikbud Lampung Diabaikan, Kasus SMA Siger Kian Panas: Publik Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara

DPRD dan Disdikbud Lampung Diabaikan, Kasus SMA Siger Kian Panas: Publik Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara

Most Popular

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
MATAVIVO.ID

Matavivo.id adalah media online yang hadir dengan semangat pengawasan publik.

© 2025 - Matavivo.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus

© 2025 - Matavivo.id