• Tentang Kami
Sunday, March 29, 2026
MATAVIVO.ID
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
MATAVIVO.ID
No Result
View All Result
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Lingkungan & Energi
  • Olahraga
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Politik & Pemerintahan
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi & Digital
Prabowo Disorot! Gubernur Gerindra Dituding Matikan Sekolah Swasta dan Pendidikan Rakyat, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan Indonesia?

Prabowo Disorot! Gubernur Gerindra Dituding Matikan Sekolah Swasta dan Pendidikan Rakyat, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan Indonesia?

Melda by Melda
October 13, 2025
in Bandar Lampung, Daerah

MATA VIVO– Aroma ketidakadilan dalam dunia pendidikan Indonesia kembali menyeruak. Kali ini sorotan tajam mengarah pada para gubernur dari Partai Gerindra, yang dianggap mengabaikan nasib sekolah swasta dan lembaga pendidikan rakyat. Dari Jawa Barat hingga Lampung, keresahan mulai membara.

Gubernur Gerindra di Jawa Barat Digugat: “Sekolah Swasta Diperlakukan Seperti Anak Tiri”
Di Jawa Barat, polemik bermula dari kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang menetapkan jumlah siswa per kelas hingga 50 orang dalam satu rombongan belajar (rombel). Kebijakan ini langsung menuai gelombang protes dari berbagai pihak. Tak tanggung-tanggung, lebih dari lima organisasi sekolah swasta tingkat SMA menggugat sang gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Para penggugat menilai kebijakan tersebut tidak hanya merugikan sekolah swasta, tetapi juga mengancam kualitas pendidikan. Dengan kapasitas kelas yang membengkak, kesempatan sekolah swasta untuk mendapatkan siswa semakin sempit. “Kami bukan menolak persaingan, tapi kami menolak ketidakadilan,” ujar salah satu perwakilan sekolah swasta.

Dari Lampung, Suara Lebih Pedas: “Sekolah Swasta Dimatikan, Sekolah Ilegal Dibiarkan Hidup”
Keresahan juga datang dari Provinsi Lampung. Para kepala sekolah swasta menuding Gubernur Rahmat Mirzani Djausal—yang juga kader Partai Gerindra—telah mengeluarkan kebijakan yang perlahan mematikan eksistensi Lembaga Pendidikan Masyarakat (LPM).

SMA/SMK negeri di Lampung dilaporkan menerima lebih dari 12.000 lulusan SMP tanpa memperhitungkan kapasitas kelas dan rombel. Akibatnya, sekolah swasta kehilangan calon siswa secara drastis. Hanya sekitar 2.000 lulusan SMP yang tersisa untuk direbutkan oleh ratusan sekolah swasta di provinsi itu.

Masalah semakin pelik ketika pemerintah daerah justru membiarkan Wali Kota Bandar Lampung membuka SMA Siger—sekolah yang statusnya masih ilegal dan belum memiliki izin operasional resmi. Ironisnya, sekolah tersebut dibiayai dengan dana APBD, sementara sekolah swasta kesulitan mendapatkan subsidi BOSDA atau BOP untuk tahun ajaran 2025–2026.

Guru Swasta Bangkit! Gerakan Granad Siap Tuntut Keadilan ke Presiden
Kemarahan kini bertransformasi menjadi gerakan nasional. Pada Minggu, 12 Oktober 2025, Gerakan Guru Anti Diskriminasi (Granad) Indonesia mengumumkan akan mendatangi Presiden Prabowo Subianto pada 30 Oktober mendatang. Mereka berencana menyampaikan tuntutan langsung kepada pendiri Partai Gerindra itu, juga kepada Kemenag dan Kemenkeu.

Granad menuntut agar guru swasta dan madrasah diangkat menjadi ASN atau PPPK demi keadilan status dan kesejahteraan. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah segera melunasi pembayaran inpassing dan mempercepat proses sertifikasi guru sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Menurut mereka, ini bukan sekadar soal gaji atau jabatan, tetapi tentang harga diri dan penghargaan terhadap dedikasi para pendidik swasta yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan rakyat. “Kami hanya ingin keadilan. Negara jangan hanya berpihak pada sekolah negeri,” tegas salah satu pengurus Granad.

Gelombang protes ini menandai babak baru perjuangan pendidikan di Indonesia. Di tengah janji besar pemerintahan Prabowo–Gibran untuk membawa perubahan, muncul pertanyaan besar: beranikah mereka menegakkan keadilan pendidikan tanpa pandang bulu?***

Source: ALFARIEZIE
Tags: GerindraGranadGuru SwastaJawa BaratKebijakan PendidikanLampungPendidikan IndonesiaPrabowo SubiantoRMDsekolah swasta

Related Posts

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight
Bandar Lampung

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu
Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung
Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis
Bandar Lampung

Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis

February 2, 2026
Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota
Bandar Lampung

Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota

January 31, 2026
Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger
Bandar Lampung

Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger

January 31, 2026
Next Post
GEMIRA Lampung Siap Bersinar! Pengurus Baru Dilirik Gubernur, Sayap Islam Partai Gerindra Makin Kuat

GEMIRA Lampung Siap Bersinar! Pengurus Baru Dilirik Gubernur, Sayap Islam Partai Gerindra Makin Kuat

Most Popular

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
MATAVIVO.ID

Matavivo.id adalah media online yang hadir dengan semangat pengawasan publik.

© 2025 - Matavivo.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus

© 2025 - Matavivo.id