• Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MATAVIVO.ID
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus
No Result
View All Result
MATAVIVO.ID
No Result
View All Result
  • Hiburan & Gaya Hidup
  • Lingkungan & Energi
  • Olahraga
  • Pendidikan & Kesehatan
  • Politik & Pemerintahan
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi & Digital
Diskusi Buku “Hari-Hari Bahagia”: Iswadi Pratama Bongkar Mitos Kebahagiaan Puisi Ari Pahala

Diskusi Buku “Hari-Hari Bahagia”: Iswadi Pratama Bongkar Mitos Kebahagiaan Puisi Ari Pahala

Melda by Melda
October 2, 2025
in Bandar Lampung, Daerah, Pendidikan & Kesehatan

MATA VIVO – Suasana Aula C FKIP Universitas Lampung (Unila) mendadak penuh perhatian ketika Ari Pahala Hutabarat, penyair nasional asal Lampung sekaligus sutradara teater Komunitas Berkat Yakin (KoBER), kembali menjejak kampusnya setelah 35 tahun. Momen ini terjadi dalam Diskusi Buku Sastra #1, Rabu (1/10/2025), yang membahas kumpulan puisi Ari berjudul *“Hari-Hari Bahagia”* (Lampung Literature, 2023).

Ari Pahala, alumni S1 dan S2 Prodi Bahasa dan Seni, FKIP Unila, menegaskan bahwa kunjungannya kali ini bukan sekadar nostalgia. “Selama ini saya belum pernah kembali ke FKIP sebagai penyair. Ternyata harus 35 tahun dulu baru bisa kembali,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya keterbukaan kampus terhadap sastrawan agar lahir generasi baru yang kreatif dan produktif, khususnya dari alumni Unila.

Diskusi ini menghadirkan dua pembicara utama selain Ari Pahala: Dr. Munaris, M.Pd., Ketua Prodi Bahasa Lampung FKIP Unila, dan Iswadi Pratama, penyair sekaligus sutradara Teater Satu lulusan FISIP Unila. Edi Siswanto, M.Pd., bertindak sebagai moderator. Acara ini merupakan bagian dari program Penguatan Komunitas Sastra yang didukung Kemdikbud RI.

Mengulik Mitos Kebahagiaan dan Spiritualitas Puisi Ari Pahala

Iswadi Pratama membuka pemaparannya dengan fokus pada tiga puisi Ari Pahala. Dalam 12 halaman makalah yang dibacakan, ia menyelami dimensi spiritual puisi Ari. “Puisi-puisi Ari dimulai dari ruang transenden, hening, penuh simbol. Meminjam pandangan Simone Weil, kita bisa membaca puisi ini sebagai *decreation*, pengosongan diri untuk membuka ruang bagi yang Ilahi,” kata Iswadi.

Menurutnya, puisi-puisi Ari tidak hanya menceritakan romantisme sehari-hari, tapi juga mengangkat suara mistikus dan doa. Misalnya dalam puisi *“aku akan pergi, katamu”*, nada lirih dan penuh ambivalensi menghadirkan cinta yang lebih luas daripada sekadar hubungan manusia—sebuah dialog dengan yang Ilahi. Iswadi menekankan bahwa Ari berhasil menjadikan puisi bersifat universal sekaligus kontekstual, dengan menghadirkan kritik sosial, humor gelap, hingga representasi paradoks kehidupan.

Iswadi juga menyoroti bagaimana Ari menyingkirkan citra kebahagiaan romantik. “Kebahagiaan yang sering dipuja dalam tradisi romantik tidak hadir sebagai cahaya suci. Ari merobeknya, menjatuhkannya ke tong sampah. Namun justru di situlah ketajaman puisi ini—hidup, betapapun grotesque, tetap pantas dijalani meski sambil ditertawai,” ujarnya.

Klimaks Penyair Ada di Puisinya

Sebelumnya, Dr. Munaris mengingatkan audiens bahwa klimaks seorang penyair sejati ada dalam karya-karyanya, bukan dalam kesehariannya. “Kalau sehari-hari penyair tampak biasa saja, jangan harap romantisme muncul dari dirinya. Klimaks itu sudah ‘tumpah’ dalam puisi-puisinya,” jelas Munaris.

Ia menambahkan, diksi yang digunakan Ari—dari ungu, biru, hijau, merah, hingga putih—menjadi medium estetik yang sarat makna, bukan sekadar alat komunikasi. Diksi itu memperkuat citraan, menghadirkan efek emosional, dan menambah kedalaman makna yang tidak bisa dijelaskan secara langsung.

Makna dan Dampak Diskusi

Diskusi Buku Sastra ini menjadi ruang refleksi dan apresiasi mendalam terhadap karya puisi kontemporer Indonesia, sekaligus memberikan wawasan tentang pentingnya diksi, simbol, dan penghayatan spiritual dalam sastra. Kegiatan ini menegaskan bahwa puisi bukan sekadar bacaan, tapi medium kritis untuk memahami paradoks kehidupan.

Program ini diharapkan dapat mendorong generasi muda, akademisi, dan sastrawan lokal untuk terus mengeksplorasi kreativitas dan memahami sastra sebagai medium refleksi budaya dan spiritual.***

Source: ISBEDY SETIAWAN
Tags: Ari Pahala HutabaratDiskusi Buku SastraHari-Hari BahagiaIswadi PratamaPuisi KontemporerSastra Lampung

Related Posts

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight
Bandar Lampung

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu
Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung
Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis
Bandar Lampung

Verifikasi SMA Siger berjalan, SMK swasta siapkan opsi pendidikan gratis

February 2, 2026
Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota
Bandar Lampung

Pendidikan Gratis Jadi Tujuan Bersama, FKSS Minta Audiensi dengan Wali Kota

January 31, 2026
Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger
Bandar Lampung

Aktivis Kaitkan Preseden Pati dengan Polemik Anggaran SMA Siger

January 31, 2026
Next Post
Kisruh Pajero Kredit Macet 18 Bulan, Berujung Saling Lapor hingga Polisi Ikut Terseret

Kisruh Pajero Kredit Macet 18 Bulan, Berujung Saling Lapor hingga Polisi Ikut Terseret

Most Popular

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

Dari Indonesia ke Thailand: Karya Kanvas Jadi Spotlight

March 16, 2026
Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

Knalpot Brong hingga Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran di Pringsewu

February 9, 2026
SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

SMA Siger dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pemkot Bandar Lampung

February 2, 2026
MATAVIVO.ID

Matavivo.id adalah media online yang hadir dengan semangat pengawasan publik.

© 2025 - Matavivo.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Investigasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini & Analisis
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
    • Waykanan
    • Pringsewu
    • Tanggamus

© 2025 - Matavivo.id